Sunday, November 13, 2011

Mengusir Hampa



Aku: hampa, kenapa engkau terus bersamaku?



Hampa: karena aku bertugas menandai pengetahuan-pengetahuanmu yang kusembunyikan di luar ambang sadarmu



Aku: Mengapa engkau berbuat seperti itu kepadaku?



Hampa: untuk membatasi pikiranmu, supaya engkau tak banyak memikirkan apa-apa yang tak seharusnya menjadi pikiranmu sekarang..



Aku: maksudmu?



Hampa: Hmmm... Begini, aku sebenarnya membantumu untuk konsen memikirkan apa-apa yang tidak kusembunyikan dari kesadaranmu. Itulah yang patut kau pikirkan, kau ambil sikap, dan tindakan. hanya itu.


Aku: Begini, hampa.. Aku membutuhkan pengetahuan-pengetahuanku yang kau sembunyikan itu, tolong.. kembalikan, buka tabir kehampaanmu..



Hampa: Untuk apa sih? pemilahan kesadaran semacam ini justru yang terbaik untukmu saat ini, kau terikat berbagai kesepakatan dan tanggungjawab sehingga kau berada pada titik dimana kau sekarang berdiri.. Pengetahuan-pengetahuan yang kusembunyikan rapat-rapat ini sangat membantumu untuk diet pikiran, kau bisa konsentrasi penuh pada kewajiban dan tanggungjawabmu sekarang.. Coba bayangkan, jika seleramu pada pengetahuan-pengetahuan tersebut tak dikeluarkan dari kesadaranmu, kau akan sibuk bertamasya ke berbagai dimensi pemikiran yang tidak jelas, semu, dan tanpa tujuan-tujuan pragmatis. Dengan kesadaran seperti itu, kau sibuk dengan alam pikiranmu sendiri dan tidak akan dapat bekerja dengan baik. Efeknya jelas, kau tidak bisa mendapatkan posisi sosialmu sekarang.. apalagi coba?



Aku: Tetapi keadaan sadar yang seperti ini sering membuatku muak, tiap saat, jam, hari, minggu, aku harus mengulang-ulang hal yang sama. semua itu membuat aku merasa kerdil. terpenjara dalam kesadaran seperti ini sungguh menjadikan aku bukan sebagai aku, aku telah terpisah dari diriku. Dan kau,Hampa! kau lah yang paling bersalah atas semua ini. Kembalikan sekarang juga! Aku membutuhkan pengetahuan-pengetahuanku yang kau sembunyikan untuk mematik inspirasi. untuk membentangkan akal sehatku. membuatku kembali lagi menjadi diriku. kau tak seharusnya membatasi! memisahkan! kau tak seharusnya disini.. enyahlah kau hampaaaa!!!



hampaa?!



hampa?



hampa




*picture was downloaded from http://rizkymygift.wordpress.com/2010/04/07/self-esteem-make-it-min/